Sunday, 20 September 2015
Psikosomatik Masbuqoh
Oleh: Dewi Sartika
Di suatu masjid yang bernama Thalhah bin Ubaidillah, yang berada di kawasan Perguruan Putri Islam Ar Risalah Lubuk Minturun, sehabis shalat zuhur, terdengarlah suara seperti orang menangis di bagian shaf belakang.
Friday, 18 September 2015
Berteknologi Tanpa Iman
Oleh : Asmarnita, S.PdI
Melirik kepada realita yang terjadi terhadap bangsa kita akhir-akhir ini, banyak sekali kejahatan sosial yang bergelut disekeliling kita. Bukan hanya di kota-kota besar akan tetapi sudah berkembang dan menjalar di kehidupan sosialnya pedesaan. Ketika perut tidak dipenuhi tuntutannya, sedangkan sederet mobil mewah silih berganti parkir di depan berbagai restoran cepat saji di sepanjang jalan, atau ketika para perempuan yang wangi berseliweran menenteng shopping-bag yang di depannya tertempel berbagai merek terkenal,
Melirik kepada realita yang terjadi terhadap bangsa kita akhir-akhir ini, banyak sekali kejahatan sosial yang bergelut disekeliling kita. Bukan hanya di kota-kota besar akan tetapi sudah berkembang dan menjalar di kehidupan sosialnya pedesaan. Ketika perut tidak dipenuhi tuntutannya, sedangkan sederet mobil mewah silih berganti parkir di depan berbagai restoran cepat saji di sepanjang jalan, atau ketika para perempuan yang wangi berseliweran menenteng shopping-bag yang di depannya tertempel berbagai merek terkenal,
Tuesday, 15 September 2015
Cinta Pertama
Oleh : Asmarnita, S,PdI
Lunglai...
Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu bibirnya melafadzkan hamdalah.
Tak lama, sosok mungil itu ada di dalam dekapan. Dipeluknya dengan segenap kehangatan kasih sayang, padahal dirinya sendiri masih tampak lelah. Terlihat matanya berbinar-binar senang seraya tak henti-hentinya menyapa buah hati tercinta. Tetes air bening pun mengalir dari sudut mata, air mata bahagia.
Lunglai... Tubuhnya terkulai lemah dengan sisa butiran keringat yang masih tampak berkilauan di dahinya. Perjuangan hidup mati yang menggadaikan jiwa baru saja usai. Semburat pucat di wajah pun perlahan lenyap. Namun ia tersenyum, lalu bibirnya melafadzkan hamdalah.
Tak lama, sosok mungil itu ada di dalam dekapan. Dipeluknya dengan segenap kehangatan kasih sayang, padahal dirinya sendiri masih tampak lelah. Terlihat matanya berbinar-binar senang seraya tak henti-hentinya menyapa buah hati tercinta. Tetes air bening pun mengalir dari sudut mata, air mata bahagia.
Andi-Lau
Oleh : Lita Oktaviani
Fren, apa sih yang terbayang saat
membaca judul diatas? wajah yang tampan, jago beladiri,salah satu actor luar
negeri? Yap! Kamu nggak salah kalo punya gambaran seperti itu. Tapi andilau
yang dimaksud disini bukanlah artis yang terkenal itu loh,tapi…….(penasaran?) stay
tune disini terus ya…
Thursday, 10 September 2015
Bertauhid Benar Adalah Bertindak
Oleh : Devila Indrayenti
Tidak ada kata lain, jika ia beriman, selalu bermesra dengan Tuhannya, lihatlah kesehariannya. Bagaimana tidak, Allah telah mencurahkan rasa sensitif bagi dirinya untuk selalu tergetar hatinya pada hal-hal yang tidak sepantasnya.
Tidak ada kata lain, jika ia beriman, selalu bermesra dengan Tuhannya, lihatlah kesehariannya. Bagaimana tidak, Allah telah mencurahkan rasa sensitif bagi dirinya untuk selalu tergetar hatinya pada hal-hal yang tidak sepantasnya.
Monday, 7 September 2015
Arsitek Peradaban
Oleh: Reza Pratomo
“Beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia” (Soekarno, Presiden
Pertama NKRI)
“Beri aku 10 alasan, maka akan kucoba mengerjakannya”
(Bedul, pemuda kekinian)
“Beri aku 10 alay, maka akan kubuat acaramu lebih hidup” (Akar Pun Jadilah,
Produser TV)
Merasa familiar dengan kenyataan yang ditulis di atas
tentang kenyataan pemuda hari ini?
Karena inilah fakta tentang 3 Tipe pemuda hari ini:
Conqueror, Survivor, Alay
4 Tipe Mentor
Oleh : Reza Pratomo
Kita sebagai makhluk sosial tentunya tidak akan pernah mampu
untuk bekerja sendiri. Kita butuh bantuan dari orang tua, teman, saudara atau
sahabat yang membantu mendorong, menguatkan dan menjadikan hidup kita lebih
baik dari pada hari sebelumnya. Diantara orang-orang terdekat di sekitar kita
tentunya ada beberapa yang kita anggap sebagai panutan, contoh atau mentor.
Karena dari merekalah kita belajar untuk mencapai keberhasilan dalam hidup ini.
Para mentor inilah yang membentuk hidup kita, menjadikan hidup kita lebih berwarna, mengajak kita pada kebaikan. Mengajak kita untuk menguatkan otot syukur kita pada Allah SWT. Sehingga pribadi kita hari ini bisa terbentuk dan dikenal oleh lingkungan.
Subscribe to:
Comments (Atom)




