Saturday, 31 December 2016

A Speech: The Young Muslim’s Role in Changing the World (Part 3)

Author: M. Sayyidus Shaleh

Now I’m asking you why, why is Islam very shining, astonishing and feared in the past and now appeared as a homeless sick man that no one cares about him, even himself? You already have the 
answer!

A Speech: The Young Muslim’s Role in Changing the World (Part 2)

Author: M. Sayyidus Shaleh

But, do you all think that no one do really care about this mess? Of course not! Many of our brothers and sisters in faith has struggled with all they have to change the status quo.

·        Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, prisoned many times because of buliding a legal Islamic organization, Ikhwanul Musilimin in Egypt

A Speech: The Young Muslim’s Role in Changing the World (Part 1)

Author: M. Sayyidus Shaleh

Now, is brand new day for us all, my aspiring Readers! Millions of you from all over the world. From the capital city to the countrysides and villages. All of you, let’s send our praises and gratitude to The Almighty Allah, who have given us a new day in every single part of our live! A new chance for us to chase our dreams! A little more time to pray for Him! Even if we still forgot the fact that we supposed to be His slaves, from we take our first breath until the Izrail come to us, bringing out our lives for the Day of Reckoning. Shame to those people who didn’t prepare themselves for that day! They shall burn in the fire of Infernal! For the Holy Qur’an had told us to always be ready. Let us pray again, for we shall be listed beside those names that are going to the Heaven! Amin!

Edukasi Pikiran Bawah Sadar Anak




Kita semua tahu bahwa manusia mempunyai dua macam bentuk pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.

Apa Bahasa Cinta Anak Anda ?



Kalau Anda bingung, silakan baca kembali pertanyaan diatas.  Jika Anda jeli, Anda akan tahu bahwa yang lebih penting adalah yang kedua yaitu Anak yang merasa dicintai orangtuanya. Karena bila orangtua merasa mencintai anaknya, belum tentu anaknya merasa dicintai bukan ? Tetapi kalau anak yang merasa dicintai orangtuanya, sudah pasti orangtuanya mencintai anaknya.

Cara Memarahi Anak (Bag 2)



Jangan Cela Dirinya, Cukup Perilakunya Saja.

Suatu saat, kira-kira jam setengah dua dini hari seorang anak saya bangun dari tidurnya. Ia kemudian beranjak dan mengajak adiknya yang masih bayi bercanda, padahal adiknya baru saja tertidur. Sebagaimana ibunya, saya juga sempat emosi. Hampir-hampir saya tidak dapat mengendalikan emosi, tetapi saya segera tersadar bahwa yang dilakukan oleh anak saya merupakan cerminan dari rasa sayangnya kepada adik. Nah, apa yang terjadi jika saya mencela anak saya? Apalagi kalau saya memelototi dan menghardiknya keras-keras, iktikad baik itu bisa berubah menjadi kemarahan sehingga anak justru mengembangkan permusuhan kepada adiknya. Ia bisa belajar membenci adiknya.

Cara Bijak Memarahi Anak (Bag 1)



Sebagaimana senyuman yang damai, kadang kita harus memarahi anak. Ini bukan berarti kita meninggalkan kelembutan, sebab memarahi dan sikap lemah-lembut bukanlah dua hal yang bertentangan. Lemah-lembut merupakan kualitas sikap, sebagai sifat dari apa  yang kita lakukan. Sedangkan memarahi -bukan marah-merupakan tindakan. Orang bisa saja bersikap kasar, meskipun dia sedang bermesraan dengan istrinya.